Jumat, 17 September 2010

Wuih...Justin Bieber Main Film

  Anda penggemar Justin Bieber? Bersiaplah menyambutnya dengan gembira karena sang idola akan memberikan karya terbarunya dari panggung industri hiburan Hollywood. Bukan meluncurkan album baru. Tapi ABG pelantun tembang 'Baby' ini akan meretas jalan baru; menjadi seorang aktor!

Keterlibatan Bieber di dunia seni peran, sejatinya bukanlah hal yang benar-benar baru. Sebelumnya ia pernah tampil sebagai bintang tamu di sebuah episode drama kriminal laris CSI.

Tapi, maaf untuk yang kali ini, usaha Bieber meretas jalan barunya akan lebih total. Mengutip laporan dari laman majalah Rollingstone, Bieber akan tampil untuk film tiga dimensi. Film ini nantinya menjadi sebuah kombinasi karya biopic, dokumenter dan film konser. Semuanya, tentu, diperankan langsung oleh remaja kelahiran Stratford, Ontario, Kanada, 16 tahun silam ini.

Keterlibatan Bieber dalam karya layar lebar ini justru telah disampaikan secara langsung oleh sang sutradara. Jon Chu, adalah nama sutradara yang akan menggarap proyek film tiga dimensi Bieber ini. Sutradara muda kelahiran Amerika ini menyampaikan film Bieber ini akan dirilis pada 11 Februari mendatang.

Pengumuman yang disampaikan Chu ini seperti ingin menindaklanjuti dari niat Paramount Pictures. Perusahaan film Hollywood ini pada bulan lalu telah mengumumkan rencananya untuk membuat film Bieber.

''Film ini memang diberikan buat para penggemarnya,'' kata Chu dalam wawancaranya kepada MTV. ''Karya ini menjadi sebuah film yang diperuntukkan kepada orang-orang yang belum mengenalnya (Bieber) serta kami akan bercerita tentang kisah yang tak pernah dikira darimana dia berasal.''

Untuk proyek ini, Chu mengaku belum memiliki nama buat judul filmnya. Namun  dia menegaskan film yang akan digarapnya merupakan sebuah pertautan dari film konser, dokumenter dan biopic. Di antaranya penampilan Bieber di Saturday Night Live serta penampilan tamunya di CSI: Miami.




Chu juga mengklaim kisah yang akan dihadirkan dari Bieber ini akan memiliki daya pikat yang besar. ''Ini sungguh kisah yang menarik dan di dalamnya begitu banyak hal yang terkait dengan gaya hidup digital kita pada masa kini.''

Chu kembali menambahkan,''Bieber telah mampu melakukan apa yang sejumlah perusahaan coba, di mana ketika mereka menggunakan YouTube dan mereka bahkan tidak mengetahui dengan apa yang mereka lakukan. Pokoknya ceritanya keren deh untuk kondisi sekarang.''

Sementara dalam laporan lainnya, mengutip dari laman digitalspy, usaha Bieber meretas jalan ke layar lebar akan telah digandeng oleh Will Smith. Smith adalah seorang aktor mesin uang Hollywood paling moncer. Ia juga merangkap sebagai produser film.

Berbicara kepada majalah Teen Vogue, manajer Bieber, Scooter Braun, menyampaikan sang megabintang remaja ini akan bersama dengan Smith untuk membintangi ''sebuah karya fiksi yang mirip dengan kehidupannya''.

Sejauh ini masih belum jelas apakah Smith akan turut memproduseri atau beradu peran dengan Bieber. Yang pasti Bieber dan putra Will Smith, Jaden Smith, pernah kerja bareng pada awal tahun ini. Kerjasama itu tertuang pada 'Never Say Never', sebuah track lagu di dalam film "The Karate Kid" yang dibintangi oleh Jaden.

Sekedar catatan saja, bakat Bieber ini telah ditemukan oleh Scooter pada 2008. Aksinya dalam bentuk video yang diunggah di YouTube itu memberikan jalan kepada Biber untuk bertemu dengan Usher -- musisi R&B kesohor -- di Atlanta. Tak perlu waktu lama, Bieber pun kemudian meneken kontrak dengan Raymond Braun Media Group (RBMG), sebuah usaha gabungan antara Braun dan Usher.

'One Time' kemudian menjadi debut singel Bieber. Lagu ini berhasil merajai sejumlah tangga lagu di lebih sepuluh negara. Tak lama mini album Bieber yang berjudul "My World" pun dirilis. Di Amerika, penjualan album itu menerima penghargaan platinum. Lalu butuh waktu setahun saja Bieber kemudian melempar album penuh dengan memberikannya judul "My World 2.0" dengan singel pertamanya Baby.

Selasa, 14 September 2010

Orang Kuper Cepat Mati, Benarkah?




 Orang yang kurang pergaulan (kuper) perlu mencermati hal ini. Penelitian membuktikan orang yang tidak memiliki kehidupan sosial punya kecenderungan mati muda 50 persen lebih besar ketimbang mereka yang suka bergaul. Perbandingan angka harapan hidup antardua golongan itu mencapai 3,7 tahun.
Menurut sekelompok peneliti dari Universitas Utah dan North Carolina Amerika Serikat orang-orang kuper memiliki angka kematian yang setara dengan pecandu alkohol. "Sedangkan dampak memiliki banyak teman sama seperti berhenti merokok," ujar Profesor Burt Urchino, kepala tim peneliti, Selasa (14/9). 
Keberadaan teman, dia melanjutkan, membuat hidup seseorang lebih mudah. Mulai dari meminjamkan uang, memberi tumpangan, membantu menjaga bayi, sampai menjaga kesehatan. "Secara tidak langsung teman memberi alasan kita untuk terus hidup," katanya. 
Dukungan emosional yang diberikan teman dekat dapat membantu seseorang untuk melihat suatu masalah lebih jelas. "Dengan memiliki hubungan dan merasa dicintai, kita bisa hidup lebih tenang dan aman," ujar Uchino.
Penelitian ini diambil dari 148 studi data kematian sepanjang tiga dekade, yang melibatkan lebih dari 300 ribu sampel. Menurut Uchino, hubungan antara maut dan kematian ini berlaku tanpa melihat perbedaan jenis kelamin dan kondisi kesehatan. 
Jadi, mengutip jargon iklan rokok, teman bukan sekedar meramaikan suasana, tapi terbukti bikin hidup lebih hidup.

sumber: tempointeraktif.com

Senin, 13 September 2010

D'Brader, Mengibarkan Semangat Indie


Sebuah perkenalan dari D'Brader band....

Siapa bilang musik indie itu telah terbelenggu ketika harus bersaing dengan grup musik mainstream yang begitu banyak menyesaki ruang publik di layar televisi. Buanglah jauh-jauh pemikiran itu ketika Anda mendengarkan suguhan musik yang disajikan oleh D'Brader.

Band yang dihuni oleh Jale pada gitar, Iink (vokal) dan Bob (drum) ini tampil dengan penuh keyakinan bahwa musik indie yang mereka pilih akan mampu diterima secara massal juga, layaknya grup musik mainstream di industri musik tanah air.

''Buat kami pilihan indie bukanlah karena keterpaksaan, tapi kami mencoba mengeluarkan karya secara indie ini karena kami memang ingin bisa meluapkan karya kami lewat bahasa musik. Kami juga yakin bisa bersaing dengan grup band lain,'' kata Iink ketika dijumpai di Jakarta.

Dalam debut albumnya D'Brader memperkenalkan karya berjudul "Imaji Cinta". Dalam album ini berisi lima lagu. Sebagai lagu gacoannya dipilih judul yang sama dengan judul album perdana mereka.

Seperti diakui Jale, karya-karya yang terselip di dalam debut album ini cukup banyak bersinggungan dengan musik pop, rock dan alternatif. Asupan rock yang coba dimainkan oleh grup band ini, kata dia kembali, tak lepas dari pengaruh musik U2, Guns 'N Roses serta White Lions. Sementara secara personal, lelaki berambut keriting ini mengaku cukup banyak diracuni sentuhan distorsi gitarnya dari grup semacam System of a Down, Muse Avenged Sevenfold dan Incubus.

''Yang pasti kami sendiri tak mau mengotakkan jenis musik itu pada satu luasan tertentu. Kami lebih senang berkarya ketimbang harus terjebak pada persoalan jenis musik itu sendiri,'' ujar Jale.

Tentang perjalanan grup ini, Iink menjelaskan, awalnya mereka terdiri dari lima personel. Tapi seiring bergeraknya roda waktu, yang tersisa hanya tiga personel inti saja. ''Dan pada 5 Februari lalu kami mengikrarkan diri dengan nama D'Brader. Musik yang coba kami tawarkan adalah pop alternatif,'' sahut Iink.

Walau ikatan resmi dengan nama D'Brader itu barulah seumur jagung, tapi jangan anggap remeh dengan pengalaman manggung mereka. Seperti yang telah ditegaskan Iink, D'Brader ini telah berikhtiar mematangkan dirinya sebagai band jawara pensi maupun bergerilya dari satu panggung kampus ke panggung umum lainnya. Bahkan ketika peringatan Hari AIDS Sedunia di Jakarta memeringatinya di Ancol, D'Brader mengisi salah satu line-up penampil dalam kegiatan tersebut.

''Buat kami berkarya itu adalah bagaimana bisa menghibur orang. Untuk itulah, sebelum kami mendapatkan kesempatan merekam karya-karya ini, kami memang lebih banyak naik turun panggung,'' kata Jale menjelaskan.

Kini, dengan segala keyakinan besar yang telah menggantung di pundak, D'Brader berharap bisa mendapatkan ruang di hati para penikmat musik tanah air. ''Yang pasti kami tak mau terlalu muluk-muluk bisa menyaingi band-band papan atas yang ada sekarang. Tapi yang paling penting buat kami bagaimana karya kami ini bisa diterima dengan rasa positif, itu sungguh membuat kami berbahagia,'' ucap Iink dan Jale.

Kesegaran Pop Urban ala Volume Band


Daya pikat industri musik tanah air sepertinya tak pernah henti dalam menarik band pendatang baru. Volume band adalah satu di antara yang terbaru itu. Ia datang dengan menawarkan sebuah konsep musik pop urban yang siap memberikan kesegaran di telinga Anda.

Pop urban ala Volume band ini cukup banyak dipengaruhi oleh sound-sound dari musisi favorit mereka. Sebutlah di antaranya nama beken musisi dunia semacam Jason Mraz dan John Meyer. Walau nge-fans abiz, tapi grup yang digawangi oleh Fawdy Irianto (gitar), Wafda Saifan (vokal), Nico Suryadarma (bass), dan Ryan Hazairin (drum) ini tidak kemudian harus menduplikasi begitu saja musikalitas yang telah dimainkan para idolanya.

Simaklah singel pertama "Hey Cantik" yang dijadikan nomor perkenalan dari Volume band. Secara musikalitas, tak perlu harus menyebut singel Volume band itu sebagai karya plagiat. ''Tidak karena kami punya cara sendiri untuk mengekspresikan karya kami,'' kata Wafdah Saifan, vokalis dari Volume band, di sela perjumpaannya dengan wartawan di Jakarta.

Menyimak secara detail lagu "Hey Cantik", bersiaplah telinga Anda untuk menikmati suguhan lagu bertempo medium up beat. Diawali dengan raungan sound gitar yang cruchy dari Fawdy. Lalu harmonisasi itu disahut begitu apik dengan betotan bas dari Nico.

Lalu bersahutanlah kemudian dengan gebukan drum yang konstan dari Ryan. Lengkapkah musik mereka? Belum! Di saat musik yang begitu segar telah tersaji, baru muncullah vokal Wafda yang sedikit tipis, ringan tapi tetap terasa powerfull. Semuanya itu benar-benar membentuk satu kesatuan harmonisasi lagu yang asyik dan menyenangkan, serta mampu menghantarkan nuansa positif ke gendang telinga kita yang mendengarkannya.

''Kami memang berusaha untuk memberikan kesegaran bermusik,'' kata Wafdah. ''Buat kami bermusik itu harus memakai hati, dan pilihan hati kami adalah musik yang bisa memberikan kesegaran buat yang mendengarkannya.''

Soal makna yang terselip dari lirik lagu ini, Wafda bercerita banyak hal. Tapi pada intinya, lagu "Hey Cantik" ini mengisahkan tentang seorang playboy yang gagal total dalam menaklukkan hati wanita pujaannya. Ternyata, tongkrongan sang playboy masih kalah kuat untuk membuat wanita cantik itu meninggalkan kekasihnya.

''Ha..ha..ha..ini bukan pengalaman pribadi,'' begitu cepat-cepat Ryan menyambut tudingan lagu itu terinspirasi dari sebuah pengalaman personel Volume band. ''Terus terang kisah cinta yang semacam itu sebenarnya sangat mungkin dialami oleh siapa saja.''

Singel "Hey Cantik" ini hadir sebagai sebuah upaya dalam mengikuti tren pasar industri musik yang memang mengharuskan untuk berkarya secara efektif. ''Albumnya sendiri kini sudah siap, tetapi kami sengaja melepas terlebih dahulu singel,'' kata Wafda.

Nah soal grup band ini sendiri, Fawdy menceritakan grup ini sebenarnya telah mulai merintis perjalanan kariernya ke dunia industri sejak 2008. Makna pemberian nama Volume sendiri merujuk pada artian 'isi' dan 'ukuran suara'. Setelah mematangkan diri sebagai band anak sekolah, peruntungan mulai berpihak. Pertemuan anak-anak Volume band dengan Lolita dan Ichwan Ramlan kemudian membawa mereka untuk memberanikan diri masuk ke dapur rekaman.

Beberapa karya Volume band ini sempat diproduseri oleh Anang Hermansyah serta Budi “Drive” yang turut menjadi Music Director pada beberapa lagu mereka. Kini, usaha panjang itu mulai meretas hasil.

Untuk lagu "Hey cantik" ini, Fawdy mengaku, sudah mulai menjadi langganan request di sejumlah radio di kota-kota besar tanah air. Begitu juga dengan video klip yang sudah dapat dinikmati di beberapa televisi nasional.

''Kami berharap, kehadiran kami di blantika musik Indonesia ini bisa memberikan satu pilihan musik yang berbeda bagi pecinta musik di tanah air. Kami juga berharap musik kami bisa diterima dengan baik,'' ucap Wafda menguatkan harapannya.

Sabtu, 11 September 2010

Karpet Merah buat Ridho Rhoma







Ada yang masih belum dilengkapi oleh Ridho Rhoma dalam menyandang status sebagai Putera Pangeran dari Raja Dangdut Rhoma Irama. Jika Rhoma telah melengkapi kariernya sebagai penyanyi yang berperan di layar lebar, kini tantangan serupa giliran digelayutkan ke pundak Ridho.


Ridho yang sebelumnya sudah menuai sukses berkat singel Menunggu, kini berganti giliran untuk melintasi karpet merah yang telah digelar oleh sang papa. Film "Dawai 2 Asmara" diharapkan bisa mengantarkan Ridho menjadi seorang penghibur yang paripurna -- layaknya Rhoma Irama yang telah melengkapi dirinya sebagai penyanyi dan juga aktor film.

''Film ini sebenarnya hanya untuk mengantarkan Ridho untuk menjadi seorang superstar,'' kata Rhoma dalam perbincangan eksklusif kepada Republika dan Kompas di Jakarta, Selasa (7/9).

Dalam perbincangan itu Rhoma didampingi oleh sang putra, Ridho. Terhadap usaha yang telah diretas oleh sang papa, Ridho hanya tersenyum. Kata syukur pun tak terhindar dari mulutnya. ''Yang pasti papa dan saya mempunyai ciri yang berbeda,'' kata Ridho. ''Tugas saya sekarang sebenarnya hanya melanjutkan saja perjuangan yang telah dilakukan papa (sebagai penyanyi dangdut dan aktor).''

Untuk menapak ke layar lebar ini tentu bukan karena 'haji mumpung' saat pamor Ridho tengah di atas. Bagi Ridho, berperan sebagai seorang aktor sebenarnya sudah menjadi impiannya sejak lama. ''Saya memang suka film,'' ujarnya tersenyum simpul.

Guna mewujudkan segala hasratnya berperan di layar lebar, Ridho melakukan sejumlah pembekalan. ''Termasuk selama sebulan saya melakukan workshop berakting,'' ujarnya.

Adakah sesuatu yang memberikan tantangan berbeda ketika beradegan di depan kamera? Ah, ternyata pria yang disebut oleh Rhoma Irama memiliki anugerah good looking itu berujar,''Cukup banyak. Terutama ketika saya harus beradegan dengan Cathy (Sharon).''

Ups, tapi jangan dulu berburuk sangka kalau Ridho tak kuasa dalam mengendalikan gejolak asmaranya terhadap mantan VJ MTV blasteran Prancis, Manado dan Tionghoa tersebut. Ridho hanya merasa canggung karena lawan mainnya di film Dawai 2 Asmara itu adalah 'orang baru' dalam kehidupannya. ''Soalnya saya termasuk orang yang tidak mempunyai banyak teman perempuan. Jadi cukup canggung saja ketika harus beradegan dengan Cathy,'' ucap Ridho sambil melirik papa yang berada disampingnya.

Tentang keterlibatannya di dunia akting ini, kata Ridho, dirinya berusaha untuk menjadi diri sendiri. ''Sama seperti papa,'' katanya menyebutkan peran Rhoma Irama yang selalu menjadi diri sendiri dari 25 film yang pernah dilakoninya.

Dalam perbincangan sebelumnya Rhoma sempat menjelaskan kalau dalam setiap film yang dilakoninya ia selalu berusaha menjadi diri sendiri. Di dalam film-filmnya Rhoma tampil sebagai musisi sambil mendengungkan gema dakwah. ''Nah yang membedakannya, saya hana berusaha untuk menjadi pribadi tetapi sebagai seorang yang romantis saja,'' kata Ridho.

Buat Lagu
Terkait tentang karier Ridho berikutnya, ia tetap berusaha untuk selalu berkarya. Bahkan di dalam film perdananya ini, Ridho juga menyelipkan sebuah lagu garapannya sendiri. Lagu yang diberi judul Let's Have Fun itu berisi tentang ajakan dari Ridho kepada para penggemarnya untuk bisa beranjak dari segala persoalan yang menghimpit.

''Lagu ini pada dasarnya merupakan ajakan kepada masyarakat agar jangan lagi bersedih dan terlarut berkepanjangan dalam kesusahan,'' kata Ridho.

Sepanjang proses penggarapan lagu ini, Ridho mengaku selalu meminta masukan dari sang ayah. ''Pokoknya apa yang saya tulis selalu dikembalikan dulu kepada papa. Wah lumayan sih sempat beberapa kali dikembalikan. Tapi Alhamdullilah akhirnya karya itu bisa juga jadi,'' ujarnya.





Jumat, 10 September 2010

Foto Iwan Fals pada Konser Keseimbangan

Mau mengetahui aksi-aksi Iwan Fals saat tampil di konser Ngabuburit Bareng Iwan Fals dan League di kampus Al-Azhar, Jakarta? Hm, kebetulan saya memiliki beberapa hasil jepretannya. 

Maaf, secara estetika mungkin masih jauh dari kata sempurna. Tapi sungguh menyenangkan bisa melihatkan Pahlawan Asia versi Majalah Times itu memekikkan 'Hidup Mahasiswa!' sambil melantunkan beberapa lagu anyar dari album Keseimbangan dan lagu-lagu lawasnya....

Untukmu....











                                                             Dengarlah suaraku,



Karenaku kan tersenyum....














                                         Dan kulihat kau dari jauh...



Rabu, 08 September 2010

Iwan Fals? Ngak Ada Matinye....

Iwan Fals sepertinya masih menjadi magnet tersendiri bagi para penggemarnya. Hm, mungkin boleh jadi saya adalah salah satunya juga yah....

Buat saya, penampilan Iwan selalu saja memberikan kesan. Mau tahu seperti apa Iwan saat manggung di kampus Al-Azhar, Jakarta beberapa waktu lalu? Coba deh simak laporannya di bawah ini....





Tak ada yang pernah berubah pada sosok Iwan Fals ketika membicarakan soal kehidupan. Ia tetap lantang menyalak dalam bahasa yang sederhana, tanpa menyusupkan bumbu-bumbu politik praktis yang kian membosankan.

Ah, Iwan tetaplah Iwan. Meski rambutnya telah memutih, tak ada semangat yang meredup di dirinya ketika harus berbicara soal kehidupan. Kini ia memang tak lagi menyorot parodi politik yang kian dungu. Tapi Iwan lebih menyorot persoalan yang lebih substil dengan berbicara soal lingkungan. Tanpa ada regenerasi yang peduli terhadap lingkungan, menurut Iwan, bumi tempat kita berpijak akan lenyap.

''Ratusan tahun yang lalu orang-orang asing telah mengambil pohon dan rempah-rempah kita, lantas mengapa kita harus meninggalkannya sekarang? Muah-mudahan kita bisa menjaga warisan nenek moyang kita dan juga warisan dunia yang diberikan kepada kita,'' Iwan berpetuah dalam konsernya di kampus Al-Azhar, Jakarta, Rabu (25/8) sore.

Konser bertajuk Ngabuburit Bareng Iwan Fals dan League ini menjadi rangkaian kepedulian penyanyi balada ini terhadap masalah lingkungan yang kini semakin terlupakan. Konser ini juga menjadi bagian dari promo album baru "Keseimbangan" yang dirilis pada tahun ini.

Untuk mengkampanyekan persoalan ini Iwan secara khusus memilih civitas akademika yang dinilainya lebih 'bersih' dan memiliki waktu luang lebih banyak. ''Bukan tak percaya pada politisi, tetapi pekerjaan mereka sekarang memang lebih banyak membodohi kita semua,'' ujarnya.

Tentang pilihannya ke kampus, Iwan juga memberikan lagi alasannya. ''kampus tempatnya intelektual muda dan saya optimis mereka bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik, sesuai dengan visi kita bersama yaitu Keseimbangan Bumi League, Bumi Kita,'' ujarnya.

Selain bertandang ke kampus Al-Azhar, Iwan juga mendatangi almamaternya sendiri di IISIP. Lalu ia pun bergerak ke Paramadina, Budi Luhur, Fakultas Kehutanan IPB dan dijadwalkan menutup rangkaian kampus ke kampus ini di Institut Kesenian Jakarta pada sore nanti . 

Dalam setiap kunjungannya ke kampus, Iwan mengawali lebih dulu dengan aksi tanam pohon. ''Kita sebenarnya ingin mengajak kepada generasi muda untuk menanam dan merawat pohon. Karena inilah yang terkadang sulit kita lakukan,'' ujarnya.

Yang unik dari konser ini, Iwan menjadikan bus yang dibawanya keliling kampus itu sebagai medium panggung. Artinya, secara tata panggung Iwan menampilkan kesederhaan dengan formasi gitar pada Totok Tewel, Edi Darome (keyboard), Heru Buhari (bass) dan Deni (drum).

Meski ia tampil ala kadarnya, tetap saja aksi panggung Iwan secara akustik tetap mampu menyedot perhatian besar para penggemar yang tergabung dalam wadah OI (Orang Indonesia) maupun penggemarnya dari masyarakat umum.

Saat tampil di kampus Al-Azhar, Iwan membawakan sebanyak sebelas lagu hits. Di antara lagu-lagu tersebut Iwan menyelipkan dua buah lagu yang berbicara soal lingkungan. Judulnya Pohon Untuk Kehidupan dan Hutanku. Keduanya adalah lagu yang terdapat di dalam album baru Keseimbangan.

Ramadhan
Iwan juga menyampaikan alasannya memilih kampanye ini di masa Ramadhan karena ia merasa kegiatan ini menjadi lebih maksimal lagi. Ia menyebut bagaimana Rasul pada masa hidupnya dahulu juga banyak melakukan perang kepada kaum kafir di masa Ramadhan.

''Sekarang kita memang tidak berperang, tetapi dari pengalaman Rasul itu menunjukkan bahwa Ramadhan adalah masa yang paling tepat untuk bisa melakukan sesuatu yang besar. Dan saya melihat kegiatan ini akan menjadi lebih bermakna lagi jika dilakukannya di masa Ramadhan,'' kata ayah tiga anak ini dengan penuh semangat.

Penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto ini juga ingin menunjukkan kepada semua penggemarnya bahwa menjalani puasa tidak harus dengan berletih lesu. ''Saya justru merasa di bulan puasa ini latihannya menjadi merasa lebih enak saja. Jadi kalau kita puasanya lemes-lemesan, ayo mulai sekarang kita ubah. Tetap semangat dalam berkarya,'' kata penyandang predikat Asian Heroes versi majalah Times ini. n mohammad akbar